Mogok Makan Imigran Srilanka Berlanjut
MEULABOH – Lima dari 55 warga Srilanka, terpaksa dilarikan ke RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, karena jatuh sakit akibat melanjutkan aksi mogok makan. Aksi tersebut mereka lancarkan sebagai bentuk protes, karena menolak ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Meulaboh yang dinilai sempit dan terisolasi dari dunia luar.
Sementara itu para imigran Srilanka ini hingga malam tadi masih melakukan aksi mogok makan, mareka menuntut agar segera diturunkan tim UNHCR, untuk menangani kesehatan dari aksi yang mareka lakukan kini telah ditangani oleh tim dokter yang didatangkan dari Jakarta.
Kepala Imigrasi Meulaboh Surya Santoso kepada RRI mengatakan, tim Deplu RI, yang terdiri dari 4 orang, kemarin telah melakukan verifikasi terhadap sebagian imigran tersebut dan sisanya akan dilanjutkan hari ini.
Menurut Surya Santoso, pihaknya dan Tim Deplu telah berusaha untuk memberikan pengertian kepada imigran srilanka agar menghentikan aksi mogok makan tersebut, akan tetapi mareka tetap
bersikukuh dengan alasan menunggu kedatangan UNHCR untuk meminta suaka politik.
Meskipun aksi mogok makan tetap berlanjut akan tetapi tim deplu terus melakukan verifikasi dan dari hasil verivikasi itu akan dibawa ke Jakarta untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan mekanisme dan Undang-Undang sekaligus akan mempertimbangkan apakah pihak UNHCR akan
didatangkan atau tidak.
Mengenai penempatan Imigran Srilanka ini selanjutnya, kantor Imigrasi Meulaboh menurut Surya masih menunggu keputusan dari Ditjen Imigrasi Pusat apakah akan dipindahkan ke Medan atau ketempat yang dianggap lebih layak, mengingat Lapas Meulaboh yang sudah cukup penuh ditambah lagi harus menampung imigran Srilanka itu.(one/ir)


















Posting Komentar Anda
You must be logged in to post a comment.