RRI Banda Aceh - Bernuansa Islami Bersemangat NKRI | Programa 1 FM 97,7 MW 1251 | PRO 2 FM 88,6 | Programa 3 FM 92,6 | Studio Produksi RRI Sabang FM 94 | Jantho FM 97,3 | Beureunun FM 99,7 | Langsa FM 91,9 | Kutacane FM 92,3 | Subulussalam FM 93 | Tapaktuan FM 90,5 | Sinabang FM 92 | Calang FM 97,5 | Lamno FM 95,1 | Studio Produksi RRI Singkil FM 92,2

Moratorium Logging Tidak Maksimal

15/09/2009 - 13:14 WIB

BANDA ACEH – Program moratorium logging -jeda tebang- yang ditetapkan Pemerintah Aceh 2 tahun silam, tidak berjalan maksimal, demikian dikatakan Ketua Tim Investigasi Wahana lingkungan Hidup Indonesia –WALHI- Aceh, M. Oki Kurniawan.
Aksi penebangan hutan oleh sejumlah masyarakat masih terus berlangsung. Ironisnya, pemerintah provinsi dan kabupaten serta
penegak hukum seakan menutup mata menyikapi aksi liar ini.
Ketua Tim Investigasi Wahana lingkungan Hidup Aceh M Oki Kurniawan mengatakan, Program tersebut memang telah lama ditetapkan, namun itu hanya lips service belaka karena tidak didukung dengan pengawasan yang serius di lapangan.
Pernyataan itu disampaikan Oki, saat meninjau pembukaan jalan yang menghubung Kota Jantho Kabupaten Aceh Besar dengan Lamno Kabupaten Aceh Jaya.
Di sepanjang jalan yang menghubungkan kedua kabupaten itu, masih ditemukan truk yang mengangkut kayu.
Menurut Okky, ini merupakan kawasan hutan lindung, ironisnya kegiatan mereka seperti tidak tersentuh hukum, buktinya di sepanjang jalan masih banyak terlihat tumpukan kayu yang bebas diangkut oleh para perambah.
Pihak Walhi melihat ada kepentingan lain dari pembukaan jalan ini, jika untuk kepentingan penduduk bisa memaklumi, tapi tidak ada
pemukiman, ini merupakan dampak dari pembukaan jalan baru, sehingga pencuri kayu mudah beraksi.
Di jalan yang membelah pegunungan di Kabupaten Aceh Besar, tim juga menemukan sejumlah pelaku tengah menarik kayu log hasil tebangan dengan kendaraan roda empat.(one/ir)

  Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Posting Komentar Anda

You must be logged in to post a comment.