NBA Jatuh Dalam Penerbangan Medan-Kutacane
BANDA ACEH – Pencarian Korban jatuhnya pesawat kecil milik perusahaan NBA jenis CASA 212 yang membawa 18 orang jatuh di daerah pegunungan antara Sumatera Utara dan Aceh masih terus dilakukan.
Semua awak pada pesawat CASA itu diperkirakan tewas setelah jatuh di sebuah daerah pegunungan di Indonesia
Tim evakuasi hingga kini masih terus mencari dan menelusuri daerah jatuhnya pesawat setelah pesawat, yang membawa 14 orang dewasa dan empat anak, jatuh saat dalam penerbangan dari Medan menuju Kutacane itu.
Medan yang berat dan hujan menghambat tim evakuasi untuk mencapai daerah reruntuhan pesawat.
Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Bambang Ervan mengatakan, pesawat CASA C-212 rancangan Spanyol itu, sekitar 30 menit terbang antara propinsi Sumatera Utara dan Aceh dan tak lama kemudian kehilangan kontak dengan kontrol lalu lintas udara. Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional III Medan, Kolonel TNI Bonar Hutagoal, mengatakan beberapa menit kemudian, pesawat bertenaga turboprop ini mengirim sinyal bahaya dan kemudian hilang dari radar Angkatan Udara.
Kepala Tim Pencari Penyelamat Lokal, Supri Sinaga mengatakan warga melaporkan pesawat CASA jatuh di dekat desa pegunungan Bahorok dan bahwa mereka telah melihat asap keluar dari reruntuhan.
Saksi Mata di sekitar lokasi kejadian mengatakan sebelumnya melihat pesawat berputar-putar dan berasap terbang sangat rendah sebelum menghilang.
Sementera awal bulan ini, seorang warga Australia dan seorang pilot Slovakia tewas ketika pesawat kecil mereka Cessna Grand Caravan, yang membawa bahan bakar dan makanan ke daerah terpencil di Provinsi Papua, jatuh.
Dan sebuah pesawat kecil lainnya, yang juga mengangkut pasokan ke desa-desa terpencil untuk asosiasi kemanusiaan Kristen di Papua, juga jatuh minggu lalu, menewaskan orang AS dan dua penumpang. (Syariful Alam/al jazeera.net/BCS/ir)


















Posting Komentar Anda
You must be logged in to post a comment.