Pasca Banjir Bandang Tangse Ratusan Hektar Sawah Rusak Parah
Banda Aceeh – Ekses dari kerusakan lahan tersebut, ribuan petani di daerah itu kini terancam tidak bisa lagi melakukan akitifitasnya bercocok tanam, sebab kondisi areal persawahan yang rusak itu tertimbun sindimen berupa tanah lumpur setinggi 50 sampai 80 cm, dan tertimbun bebatuan serta batang-batang kayu gelondongan yang masih banyak menumpuk di areal persawahan di Tangse.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pidie, Syarkawi, di Pidie (24/04) mengungkapkan luas areal sawah tersebut tersebar di 11 desa paling parah terkena banjir bandang meliputi Desa Pulo Baroe luas areal lahan sawah rusak seluas 48,86 hektar, Desa Layan 16 hektar, Peunalom Sa 15 hektar, Peunalom Dua 15,15 hektar, Desa Blang Dalam 12 Hektar, Blang Jeurat 7,5 hektar, Blang Nungong, 8,9 hektar, Blang Dhot 5,9 hektar, Blang Pandak, 25,45 hetar, Desa Rantou Panyang 21,5 hektar, dan Desa Krueng Meriam seluas 24 hektar.
Menurut Syarkawi, untuk menormalkan kembali lahan persawahan yang rusak tersebut, disebabkan timbunan pasir, kayu dan batu diareal persawahan produktif tersebut pihaknya memperkirakan menghabiskan dana Rp 4 juta per hektar.
Mengingat luas areal sawah yang luas serta besarnya dan material yang menimbun areal persawahan itu sangat banyak, kendati diakuinya pada tahap tanggap darurat kayu-kayu dan material lainnya yang menutupi badan jalan dan areal persawahan sebagian sudah dipindahkan.
Untuk saat ini Syarkawi mengharapkan kepada para petani di Tangse untuk memamfaatkan areal persawahan yang tertimbun pasir gunung itu untuk sementara ini bisa menanam, tanaman jenis kacang-kacangan.( Ridwan Zul )


















Posting Komentar Anda
You must be logged in to post a comment.