RRI Banda Aceh - Bernuansa Islami Bersemangat NKRI | Programa 1 FM 97,7 MW 1251 | PRO 2 FM 88,6 | Programa 3 FM 92,6 | Studio Produksi RRI Sabang FM 94 | Jantho FM 97,3 | Beureunun FM 99,7 | Langsa FM 91,9 | Kutacane FM 92,3 | Subulussalam FM 93 | Tapaktuan FM 90,5 | Sinabang FM 92 | Calang FM 97,5 | Lamno FM 95,1 | Studio Produksi RRI Singkil FM 92,2

Presiden Ajak Semua Pihak Membantu KPU

17/04/2009 - 13:31 WIB

* Tim Sembilan Seleksi Cawapres
JAKARTA – Di tengah tudingan Pemilu 2009 sebagai pemilu terburuk di era reformasi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan penghargaannya atas partisipasi masyarakat menyelenggarakan Pemilu 2009. Terlebih pemilu kali ini menerapkan sistem lebih rumit dibanding sebelumnya. Karena itu, Presiden SBY mengajak semua pihak untuk turut membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara pemilu. Ajakan ini disampai Presiden SBY di dalam pidatonya menanggapi perkembangan politik nasional sepekan ini, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4). “Selaku Kepala Negara saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan pada seluruh rakyat Indonesia yang memiliki semangat dan kesadaran tinggi untuk menyukseskan Pemilu 2009 ini. Kita mungkin tidak menyadari kali ini jauh lebih rumit dan kompleks dibandingkan 2004,” kata SBY.

Berdasar sistem yang diterapkan dan aturan perundangan yang berlaku, Pemilu 2009 sangat kompleks dan rumit bila dibandingkan tiga kali pemilu sebelumnya. Di Pemilu 2004 rakyat hanya memilih parpol, sementara pada Pemilu 2009 rakyat memilih parpol, caleg, dan pasangan capres-cawapres. Sedangkan pada Pemilu 2009 pesertanya ada 44 parpol, ditambah diberlakukannya suara terbanyak untuk caleg dan juga diberlakukannya Parliamentary Treshold. Sudah pasti penghitungan suara dan penetapan hasilnya memerlukan waktu lebih lama, memiliki kerumitan tersendiri, beban tugas dan tantangan yang dihadapi KPU makin berat. Demikian pula protes dan gugatan pihak-pihak yang tidak puas tentu semakin banyak. “Saya tidak bermaksud bahwa kita memberikan toleransi terhadap KPU jika ada pelaksanaan tugas yang tidak baik. Sama sekali tidak. Namun mengingat beratnya tugas KPU, mari kita bantu bersama-sama dengan sungguh-sungguh sesuai ruang dan kewenangan yang diberikan UUD dan UU,” pungkas SBY.

Tim Sembilan
Sementara itu, Tim Sembilan dibentuk pada 10 April lalu oleh DPP Partai Demokrat (PD), kini terus menjajaki kemungkinan koalisi dengan parpol lain. Termasuk menjaring nama cawapres yang akan mendampingi Ketua Dewan Pembina PD, SBY, pada pemilihan presiden (pilpres) mendatang. Tim tersebut beranggotakan antara lain, Hadi Utomo (Ketua), Marzuki Alie (Sekjen DPP PD), Jero Wacik, Haryono Isman, Anas Urbaningrum, Syarif Hasan, Yahya Sadjawiria (Ketua Bapilu PD), Andi Mallarangeng, serta Ruhut Sitompul. Saat ini, Tim Sembilan sedang sibuk menyeleksi nama cawapres yang akan disandingkan dengan SBY. “Salah satu tugas mendesak yang saat ini kami lakukan adalah menggodok cawapres. Sebab pertengahan Mei sudah pendaftaran capres dan cawapres,” kata seorang anggota Tim Sembilan, Ruhut Sitompul.

Menurutnya, dalam menggodok nama cawapres para mitra koalisi diminta mengusulkan nama-nama yang layak untuk masuk kandidat cawapres. Dan sekarang nama cawapres yang akan digadang sudah mengerucut ke beberapa nama saja. Semuanya berasal dari Golkar. Ruhut menyebut, kandidat cawapres dari Golkar yang saat ini sedang digodok adalah, Jusuf Kalla (JK), Akbar Tandjung, Agung Laksono, Muladi, dan Surya Paloh. “Kita akan ambil cawapres dari Golkar supaya pemerintahan dan parlemen bisa kuat,” ungkap Ruhut.

Dari nama-nama tersebut kemudian dikerucutkan lagi menjadi dua kandidat yang akan disodorkan ke SBY. Namun Ruhut tidak mau menyebut siapa dua kandidat yang sedang ditimang-timang sebagai cawapres. Kabar yang beredar di kalangan internal Golkar, dua nama yang berpeluang menjadi cawapres SBY adalah Jusuf Kalla (JK) dan Akbar Tandjung (AT). Keduanya merupakan tokoh yang berpengaruh di partai berlambang pohon beringin tersebut.

Sumber: Serambinews.com

  Slashdot! Netscape! Blinklist! Ma.gnolia! Squidoo! SphereIt! SpURL

Posting Komentar Anda

You must be logged in to post a comment.