Wagub Aceh : Kearifan Lokal “tempo doeloe” Tekan Angka Kemiskinan
BANDA ACEH – Wakil Gubernur Provinsi Aceh Muhammad Nazar menyatakan, perlu kearifan lokal untuk mencegah agar masyarakat tidak malas bekerja dan menekan angka penduduk miskin di wilayah ini.
Pemerintah Aceh sudah mewacanakan adanya sebuah aturan agar masyarakat tidak malas bekerja, sehingga angka kemiskinan tidak bertambah.
Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar mengatakan, kearifan lokal ini, yang pernah dipraktekkan masa-masa kesultanan Aceh “tempoe doeloe”.
Masa kesultanan tempo dulu, pihak kerajaan menggelar razia untuk mencari warga yang tidak mau bekerja, dengan cara itu, maka seluruh penduduk memiliki aktivitasnya sehingga tidak ada rakyat yang miskin.
Kearifan lokal tersebut diharapkan dapat melahirkan aturan hokum misalnya dengan adanya sebuah Qanun atau Perda yang mengatur suatu “kewajiban” bekerja bagi setiap penduduk di provinsi Aceh.
Jumlah masyarakat miskin di Provinsi Aceh menurut data Badan Pusat Statistik BPS mencapai 23 persen dari total penduduk sekitar 4,6 juta jiwa.
Namun Nazar meyakini angka kemiskinan di Aceh di bawah 20 persen, dengan indikator hampir seluruh penduduk di atas usia 15 tahun memiliki perangkat komunikasi atau HP dan warga menunaikan ibadah haji meningkat setiap tahun.
Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban Pemerintah Aceh untuk mengubah kultur masyarakat agar mereka tidak hidup dengan mengharapkan bantuan dari pemerintah.(one/ir)


















Posting Komentar Anda
You must be logged in to post a comment.