Walkot Siap dipanggil Poltabes
BANDA ACEH – Walikota Banda Aceh Mawardy Nurdin mengakui, pihak siap untuk hadir ke Poltabes Banda Aceh untuk memberikan keterangan terkait penyegelan 21 unit toko dan 27 kios di komplek pasar sayur dan buah peunayong, Banda Aceh.
Penegasan tersebut disampaikan Mawardy Nurdin kepada wartawan yang dimintai komentarnya disela-sela berlangsung acara sosialisasi sensus barang milik daerah bagi kepala satuan kerja perangkat daerah-SKPD-dan pengurus barang pemerintah setempat.
Menurutnya, penyegelan 21 unit toko dan 27 kios oleh Satpol PP Kota Banda Aceh dilakukan karena toko dan kios-kios tersebut adalah aset dari Pemko Banda Aceh yang diprioritaskan untuk disewakan kepada para pedagang lama.
Mawardy Nurdin mengemukakan, sebenarnya sesuai aturan yang berlaku sewanya berlaku pertahun, namun seuai negoisasi oleh para pedagang diberikan kemudahan menjadi perbulan.
Sedangkan menyangkut yang membuat keributan dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bersedia membayar sewa kepada Pemko Banda Aceh, namun karena merasa miliknya disewakan lagi kepada pihak lain.
Sebagaimana diketahui penyegelan 21 unit toko dan 27 kios di komplek Pasar Sayur dan Buah Peunayong, Senin 20 April 2009 lalu, sejumlah pedagang yang tergabung dalam Ikatan Pedangan Pasar Sayur dan Buah -IP2SB-Peunayong, telah melaporkan ke Poltabes Banda Aceh.
Melalui pengaduan yang dilakukan selasa 21 April 2009, IP2SB menuding Pemko Banda Aceh telah semena-mena melakukan penyegelan toko dan kios tersebut.(B5/ir)


















Posting Komentar Anda
You must be logged in to post a comment.